Luka

Tuhan menciptakan sela di jari tangan salah satu tujuannya adalah agar makhluknya dapat bergandengan. Karena sejatinya manusia diciptakan berpasang-pasangan.

“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).

Namun, patah hati juga harus kita rasakan. Hidup kalau lempeng aja mah kurang menantang bos! Sekali-kali keluar dari zona nyamanlah. Ya kali, tiap hari seneng terus. Bosen lah. Kali-kali sedih, sakit takut, gengsi, minder, dan lainnya. Hidup monoton kalo lempeng-lempeng terus mah. Kadang kita perlu 'masalah' dan sedikit 'drama' agar hidup kita lebih berwarna.

Aku menulis ini bukan untuk mendapat ketenaran, namun agar kau membaca, agar juga tau bagaimana perasaanku. Saat bersamamu, saat tak denganmu, saat kau meninggalkanku.

Hai. Masih ingatkah kau denganku?

Aku.  Orang yang dulu pernah menempati posisi istimewa di hidupmu.

Masih ingatkah kau dengan penawaranmu?

Semua ucapan-ucapan yang pernah kau katakan. Apakah kau masih mengingatnya?  Semua kata manismu, aku hapal diluar kepala. Aku jelas masih mengingatnya. Kau bilang, kita tidak akan berpisah dalam keadaan apapun. Kau bilang, kalau ada masalah yang diselesaikan masalahnya bukan hubungannya. Namun kenyataannya, kau mengingkari itu semua. Kau meninggalkanku.

Apa kau sudah melupakanku?

Aku sering menanyakan itu. Kepada diriku sendiri. Di dalam hatiku. Aku tak berani mengatakannya langsung padamu, padahal kan aku tinggal mengirimimu pesan singkat lewat telepon canggih sekarang itu sangat gampang? Namun mental ku lemah. Aku tak sanggup.

Sangat sering aku menanyakan itu pada diriku sendiri, dengan hatiku sendiri. Aku selalu ingin memastikan apakah kau masih mengingatku atau kau sudah melupakanku. Aku ingin tau, apakah sudah ada penggantiku di hidupmu. Atau kau masih sama seperti dulu, menyayangiku? Apa kau sama sepertiku, menginginkan untuk bersama, lagi?

Asal kau tahu. Di hatiku, kau masih nomor satu.
Ya, aku tahu. Cerita kita sudahlah usai. Namun semua kenangan bersamamu itu masih menghantuiku, terlihat nyata di anganku. Perlahan, membunuhku kau tau itu?

Saat aku sedang ingin melupakanmu, mencari penggantimu. Saat itu juga, aku mulai menyimpan luka. Aku akui, aku tak bisa untuk benar-benar melupakanmu. Teringatmu, air mataku jatuh.

Aku tau, aku terlalu labil akan perasaanku. Tapi, apa aku salah kalau aku tetap tak bisa sepenuhnya memaksa hatiku agar tak berharap padamu lagi?

Aku tahu. Kau selalu terlihat bahagia. Kau banyak menampilkan keceriaan. Aku juga tahu. Itu hanya kebohonganmu. Aku tau kamu. Aku tau aslimu. Aku tau apa yang ada dalam semua bungkus rapimu.
Kau tertawa namun kau juga menyimpan banyak luka.

Luka

Tuhan menciptakan sela di jari tangan salah satu tujuannya adalah agar makhluknya dapat bergandengan. Karena sejatinya manusia diciptakan be...