Malam bersinarkan rembulan dan bintang yang ikut menemaninya.
Semilir angin mengantarkan kesejukan.
Malam ini,
ku tatap sendu. Dengan hati yang penuh rindu.
Ketika cinta yang sudah ku bangun, kau buat layu. Seolah-olah
bunga yang sudah bermekar menawarkan indahnya, tiba-tiba mati tersapu badai
yang tiba-tiba. Begitupun dengan dingin malam ini. Masih dingin hati yang kau
tinggal pergi.
Hati ini pernah membeku, layaknya es batu. Kemudian kau datang
membawa kehangatan. Namun itu hanya penawaran. Kau tiba-tiba menghilang untuk
pergi. Buatku jatuh. Dan terluka..
Hati yang
pernah menjadi es batu itu kini lantas berubah menjadi salju. Lebih dingin. Lebih
beku.
Kau tahu rasanya ketika kau rapat-rapat menutup hatimu karena
tak ingin jatuh cinta kemudian perlahan membukanya dan memberikan seluruhnya
untuk orang yang berhasil membukanya, lalu kau dijatuhkan sedalam-dalamnya, kau
ditinggal pergi, hatimu dibawa lari. Pernahkah
kau merasakan hal itu?
Apakah kau
juga tau rasanya ketika kau sudah tak ingin mencintai namun perasaan untuk
mencintai itu kembali memaksa hati ?
Ya, aku pernah untuk berniat tidak mencintai siapapun, untuk
tidak menyukai siapapun. Namun, semua niatku hancur ketika melihatmu, ketika
ada hadirmu.
Aku merasa seperti aku sedang menyukaimu. Engkau pun begitu,
memberiku penawaran tentang duniamu, mengajakku untuk tinggal disana, dihatimu.
Aku kau buat nyaman, kau datang menawarkan sandaran, kau
datang membawa pelukan, kau datang memberi harapan.
Aku perlahan mulai hanyut dalam tawaranmu.
Tawaran yang seolah meyakinkanku, bahwa kedatanganmu, untuk
bahagiaku.
Aku seolah yakin dengan keputusanku untuk memberi seluruh
hatiku, agar hanyut dalam duniamu.
Aku sangat senang dengan hari-hari yang kita lalui bersama. Aku
menyukai semua yang ada di dunia tentang kita.
Kita kemudian saling bergenggam tangan, bergandeng tangan,
saling mengayunkan. Mengalirkan dunia masing-masing.
Kita saling berjanji untuk selalu bersama, tertawa bahagia. Dalam
suka maupun duka.
Masihkah ingat
dengan janji yang pernah kita buat ?